Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Mei 2026 | Persik Kediri menutup BRI Super League 2025/2026 dengan catatan minor. Macan Putih dipermalukan Persija Jakarta 1-3 di Kediri dan kemudian dibantai Persebaya Surabaya 0-5. Dua kekalahan berat ini menjadi penutup yang pahit bagi perjuangan tim asal Kota Brenggala sepanjang musim.
Meski demikian, hasil akhir dua laga tersebut tidak mengubah posisi Persik di klasemen. Tim berjuluk Macan Putih berhasil finis di peringkat ke-12 dengan mengumpulkan 39 poin, sehingga lolos dari ancaman degradasi dan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Kedatangan pelatih Marcos Reina sejak pekan ke-15 memberikan angin segar bagi Persik. Gaya permainan khas Spanyol yang diterapkan Reina membuat tim lebih rancak dan produktif dalam menyerang. Namun, di balik peningkatan tersebut, masih terdapat kelemahan yang mencolok.
Owner Persik, Arthur Irawan, secara jujur mengakui ada sisi yang perlu diperbaiki timnya, terutama masalah ketahanan fisik yang kerap menjadi masalah di babak kedua. Arthur Irawan menyampaikan evaluasi mendalam atas penampilan tim sepanjang musim.
Perjuangan Persik bertahan di Super League musim ini memang berat. Selain kendala cedera dan absennya pemain, Persik juga harus memainkan empat laga kandang di Gresik karena Stadion Brawijaya tidak bisa digunakan. Mereka meraih hasil beragam di “rumah” sementara itu: kalah 1-2 dari Madura United, imbang 1-1 melawan Persebaya, imbang 2-2 dengan PSIM, dan menang 3-2 atas Arema FC.
Persik Kediri harus memulai dari awal untuk memperbaiki kelemahan mereka. Dengan evaluasi yang tepat dan perbaikan yang signifikan, Macan Putih dapat meningkatkan performa mereka di musim depan dan menjadi tim yang lebih kompetitif di BRI Super League.
