Menhan Pakistan Khawaja Asif Sebut Israel “Kutukan bagi Kemanusiaan” di Tengah Negosiasi Damai AS‑Iran

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Islamabad – Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menimbulkan kegemparan internasional setelah mengunggah pernyataan di platform X yang menyebut Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan”. Unggahan tersebut muncul beberapa jam sebelum delegasi Amerika Serikat dan Iran tiba di Islamabad untuk memulai perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan. Pernyataan Asif menuding Israel sebagai pelaku genosida di Lebanon, sekaligus menyinggung konflik yang berlangsung di Gaza dan wilayah Iran.

“Israel itu jahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang terjadi di Lebanon,” tulis Asif dalam unggahan yang kemudian dihapus. Ia menambahkan harapannya agar pendiri negara Israel di tanah Palestina “terbakar di neraka”. Pernyataan ini sejalan dengan komentar serupa yang pernah ia lontarkan pada 3 Maret 2026, ketika ia menilai Zionisme sebagai ancaman bagi umat manusia.

Baca juga:

Reaksi cepat datang dari pihak Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam pernyataan Asif sebagai “keterlaluan” dan tidak dapat ditoleransi dari sebuah negara yang mengklaim menjadi penengah netral. “Seruan Menteri Pertahanan Pakistan untuk pemusnahan Israel adalah hal yang tidak dapat diterima,” ujar juru bicara Netanyahu. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menambahkan bahwa menyebut negara Yahudi sebagai “kanker” sama dengan menyerukan pemusnahannya.

Sementara itu, situasi militer di Lebanon terus memanas. Militer Israel meningkatkan serangan sejak Rabu, 8 April 2026, yang menewaskan minimal 303 warga sipil dan melukai 1.150 orang, menurut laporan Pertahanan Sipil Lebanon. Total korban sejak eskalasi pada 2 Maret 2026 telah mencapai 1.888 jiwa dan 6.092 luka. Serangan tersebut dipicu oleh operasi yang ditujukan pada kelompok bersenjata yang dianggap Iran mendukung, meski Tehran menolak hadir dalam perundingan damai sampai serangan Israel dihentikan.

Negosiasi damai antara AS dan Iran dijadwalkan dimulai pada Sabtu di Islamabad. Tujuannya adalah mengakhiri konflik yang melibatkan AS‑Israel melawan Iran serta menurunkan ketegangan di kawasan. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan delegasi Iran tidak akan berpartisipasi sampai serangan Israel di Lebanon berhenti. Iran dan Pakistan bersikeras bahwa gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh AS mencakup Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv membantah klaim tersebut.

Berbagai media regional, termasuk Anadolu Agency, Middle East Eye, dan VIVA, melaporkan bahwa unggahan Asif dihapus setelah menimbulkan protes diplomatik. Meskipun demikian, pernyataannya telah menimbulkan diskusi luas tentang batasan kebebasan berbicara pejabat publik dalam konteks diplomasi. Para pengamat menilai bahwa komentar keras tersebut dapat memperumit peran Pakistan sebagai mediator, khususnya ketika negara tersebut berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak.

  • Khawaja Asif: Menteri Pertahanan Pakistan yang mengkritik Israel secara terbuka.
  • Benjamin Netanyahu: Perdana Menteri Israel yang mengecam pernyataan Asif.
  • Gideon Saar: Menteri Luar Negeri Israel yang menuduh Asif melakukan fitnah antisemit.
  • Esmail Baghaei: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menolak partisipasi tanpa penghentian serangan Israel.

Data korban sipil di Lebanon menegaskan dampak kemanusiaan yang terus meningkat. Berikut ringkasan statistik terbaru:

Periode Korban Jiwa Korban Luka
2 Maret – 8 April 2026 1.588 5.942
8 April – 10 April 2026 300 150

Situasi geopolitik di kawasan tetap tegang. Pakistan, yang menonjolkan dirinya sebagai fasilitator perdamaian, kini harus menyeimbangkan antara kebijakan luar negeri yang kritis terhadap Israel dan kebutuhan untuk menjaga kredibilitas sebagai mediator. Sementara itu, Israel menegaskan haknya untuk mempertahankan diri, menganggap serangan militer sebagai respons terhadap ancaman keamanan.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika konflik Timur Tengah yang semakin kompleks, di mana pernyataan politik dapat memicu respons diplomatik yang signifikan. Kedepannya, keberhasilan perundingan damai di Islamabad akan sangat tergantung pada kemampuan semua pihak untuk menahan retorika keras dan fokus pada solusi konkret yang dapat menghentikan penderitaan warga sipil di wilayah konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *