Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan pada akhir pekan ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 1,1% menjadi 6.162. Namun, di balik kenaikan ini, terdapat aksi jual asing yang cukup signifikan. Investor asing melakukan aksi ambil untung dengan nilai penjualan bersih total mencapai Rp309,4 miliar di pasar.
Saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI menjadi aset utama yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan pertama dengan nilai pelepasan aset mencapai Rp322,3 miliar, diikuti oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan catatan jual bersih asing senilai Rp287,6 miliar.
Di sektor petrokimia, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut dilego dengan nilai net sell sebesar Rp156,4 miliar. Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menjadi korban aksi jual asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp156,3 miliar.
Intensitas penjualan pemodal asing sejatinya berpusat di pasar reguler dengan total nilai pelepasan portfolio mencapai Rp1,07 triliun. Namun, tekanan jual tersebut berhasil sedikit diredam oleh adanya aksi beli bersih asing yang terjadi di pasar negosiasi dan tunai dengan nilai transaksi sebesar Rp758,9 miliar.
Gairah perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tergolong sangat masif dengan total nilai transaksi harian menyentuh angka Rp20,12 triliun. Kekuatan pasar didominasi oleh pergerakan 466 saham yang berhasil merangkak naik. Di sisi lain, sebanyak 271 saham terpantau mengalami koreksi, dan 222 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga.
Kesimpulan dari fenomena ini adalah bahwa aksi jual asing masih menjadi faktor yang signifikan dalam pasar saham Indonesia. Investor asing tetap waspada dan siap untuk melakukan aksi ambil untung jika terdapat kesempatan. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau pergerakan pasar dan melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.
