Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 Mei 2026 | Pemerintah Turki telah memfasilitasi pembebasan dan kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang sempat ditahan Israel. Para aktivis ini ditangkap saat berada di perairan internasional pada Senin (18/5/2026) dan Selasa (19/5). Mereka telah tiba di Istanbul dengan selamat pada tanggal 21 Mei 2026 setelah dibebaskan.
Menurut pernyataan tertulis Kedutaan Besar (Kedubes) Turki di Jakarta, sembilan WNI yang ditahan setelah serangan terhadap GSF oleh pasukan keamanan Israel telah tiba di Istanbul dengan selamat. Kepulangan mereka ke Tanah Air akan terus diawal oleh pemerintah Indonesia.
Seorang relawan WNI, Rahendro Herubowo, menceritakan momen mencekam saat dirinya bersama relawan lain ditahan tentara Israel. Ia mengalami kekerasan ditendang dan diinjak, serta disetrum. Ia juga mengaku sampai saat ini masih mengalami kesakitan di bagian atas pinggang dan dada.
Foreign Minister Sugiono menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mengutuk perlakuan tidak manusiawi yang dialami para aktivis selama penahanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat.
Peristiwa ini telah memicu kemarahan internasional dan menimbulkan konflik dalam kabinet Israel. Pemerintah Turki berperan penting dalam pembebasan para aktivis dan kepulangan mereka ke Istanbul.
Kondisi para aktivis saat ini sedang dalam pemantauan dan pemeriksaan medis di Istanbul. Mereka akan segera kembali ke Tanah Air setelah proses pemulangan selesai.
