Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 Mei 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani 1.880 kasus korupsi di Indonesia sepanjang tahun 2004 hingga 2026. Dari total kasus tersebut, sebanyak 1.720 pelakunya adalah laki-laki, sedangkan sisanya adalah perempuan.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku tindak pidana korupsi yang diringkus adalah laki-laki. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan ketahanan perempuan dalam melawan godaan korupsi.
Saat ini, KPK memfokuskan pengawasan ketat pada lima sektor rawan, yakni bisnis, pelayanan publik, SDA, politik, dan hukum. Deputi Penindakan KPK menekankan bahwa sinergi dengan pengawasan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mempersempit ruang gerak bagi para pelaku korupsi.
KPK juga menyoroti tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). KPK khawatir dengan pelaksanaannya karena BGN baru didirikan, namun sudah mengelola anggaran jumbo.
Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG dan meminta pejabat memeriksa pelaksanaan agar sesuai standar dan segera melapor jika ada penyimpangan.
KPK berharap anggaran MBG tidak disalahgunakan dan bahwa program ini dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, transparan, dan akuntabilitasnya terjaga.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa KPK terus berupaya untuk memerangi korupsi dan memastikan bahwa program-program pemerintah berjalan dengan baik dan tidak disalahgunakan.
