Manuel Pellegrini Ungkap ‘Segalanya’ Menghambat Antony Jelang Piala Dunia 2026

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Manuel Pellegrini, pelatih Real Betis, kembali menjadi sorotan media setelah memberikan penilaian tajam mengenai kondisi fisik dan performa penyerang asal Brasil, Antony. Pemain yang pernah menelan biaya transfer sebesar £81 juta dari Ajax ke Manchester United kini berjuang keras untuk mempertahankan tempatnya di skuad Timnas Brasil menjelang Piala Dunia 2026. Pellegrini menegaskan bahwa masalah yang dihadapi Antony tidak hanya satu, melainkan “sedikit dari segalanya” yang menghambatnya kembali ke puncak performa.

Antony menandatangani kontrak permanen dengan Real Betis pada musim panas 2025 setelah periode pinjaman yang sukses. Pada awal kampanye La Liga 2025/2026, winger Brasil tersebut mencatatkan 12 gol dan 9 assist dalam 37 penampilan, statistik yang menegaskan pemulihan kariernya setelah masa sulit di Old Trafford. Namun, dalam empat pertandingan terakhir, Antony tidak berhasil mencetak gol atau memberikan assist, bahkan harus diganti pada menit ke-66 dalam laga imbang 0-0 melawan Espanyol.

Baca juga:

Pellegrini menjelaskan tiga faktor utama yang menurunkan kualitas permainan Antony. Pertama, masalah fisik karena pemain tidak menjalani sesi latihan harian yang konsisten. Kedua, adanya cedera pubalgia yang mengganggu kemampuan pemain untuk menyelesaikan 90 menit penuh; menurut pelatih, bila Antony dipaksa bermain selama satu pertandingan penuh, pemulihannya untuk laga berikutnya menjadi sangat sulit. Ketiga, pubalgia yang sama masih menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga Antony tidak dapat mengekspresikan diri secara decisif seperti biasanya.

“Saya tidak berpikir dia berada dalam posisi untuk menyelesaikan 90 menit, karena itu sangat membatasi dia untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Pellegrini setelah pertandingan melawan Espanyol. Pernyataan ini menggarisbawahi kebijakan klub yang mengutamakan penanganan cedera secara hati-hati, menghindari risiko memperparah kondisi pemain menjelang kompetisi internasional.

Kondisi Antony menjadi sorotan khusus mengingat persaingan ketat untuk masuk ke dalam skuad Brasil. Pelatih Timnas, Carlo Ancelotti, telah memanggil Antony ke dalam tim selama fase kualifikasi, namun belum memastikan perannya pada turnamen utama. Pemain berusia 26 tahun ini bersaing dengan talenta muda seperti Endrick serta pemain berpengalaman seperti Estevao Willian. Jika performa Antony tidak kembali ke level terbaiknya, peluangnya untuk terpilih menjadi sangat tipis.

Masalah fisik Antony juga menimbulkan pertanyaan tentang manajemen kebugaran di Real Betis. Klub mengakui bahwa jadwal latihan harian tidak selalu dapat diikuti oleh pemain yang sedang dalam proses rehabilitasi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Antony mengalami flare-up pada cedera pubalgia setiap kali ia dipaksa bermain penuh, yang mengakibatkan penurunan performa secara signifikan.

Selain dampak individu, situasi ini memengaruhi dinamika tim secara keseluruhan. Real Betis, yang berada di tengah perburuan tempat di papan atas La Liga, mengandalkan kontribusi ofensif Antony untuk menambah gol. Ketidakhadirannya secara penuh menuntut pelatih mencari alternatif, seperti menurunkan Abde Ezzalzouli ke posisi sayap atau mengubah taktik menyerang menjadi lebih terpusat pada pemain tengah.

Di sisi lain, kritik media terhadap Antony masih tetap keras, terutama mengingat investasinya yang besar di Manchester United. Setiap penurunan performa kini dijadikan bahan perbandingan dengan masa kegagalannya di Inggris. Namun, Pellegrini menekankan bahwa penilaian tersebut harus dilihat dalam konteks pemulihan cedera dan adaptasi taktik di Spanyol.

Menjelang fase akhir musim 2025/2026, Real Betis dan Antony memiliki satu tujuan utama: mengamankan kebugaran pemain sebelum pemilihan skuad Brasil pada Mei 2026. Jika Antony dapat kembali berlari 90 menit secara konsisten dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat pubalgia, peluangnya untuk menembus Timnas Brasil akan meningkat signifikan. Sebaliknya, kegagalan dalam mengatasi masalah fisik dapat membuatnya kehilangan kesempatan berharga di panggung dunia.

Kesimpulannya, pernyataan Manuel Pellegrini menyoroti kompleksitas yang dihadapi Antony—gabungan antara kondisi fisik yang belum optimal, cedera kronis, dan tekanan kompetitif di level klub maupun internasional. Bagaimana Real Betis mengelola beban latihan dan pemulihan pemain ini akan menjadi faktor penentu tidak hanya bagi performa klub di La Liga, tetapi juga bagi ambisi pribadi Antony untuk melangkah ke Piala Dunia 2026 bersama Brasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *