Mengenal Sidang Isbat dan Jadwal Idul Adha 2026

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Mei 2026 | Sidang isbat adalah forum resmi Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal (Idul Fitri), dan Zulhijah (Idul Adha). Sejak dilembagakan lewat Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963, sidang ini menjadi agenda rutin nasional. Namun, publik sering bertanya: mengapa Idul Fitri kerap berbeda harinya antar ormas, sementara Idul Adha hampir selalu kompak?

Sidang isbat pertama kali digelar sekitar dekade 1950-an, dengan beberapa catatan menyebut tahun 1962 sebagai awal resmi. Tujuannya jelas: menyatukan penetapan hari besar Islam. Untuk Idul Adha, sidang dilakukan setiap 29 Zulhijah guna memastikan awal bulan dan menentukan 10 Zulhijah sebagai hari raya kurban.

Baca juga:

Akar perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha terletak pada metode penentuan awal bulan: hisab dan rukyat. Kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) menyepakati kriteria visibilitas hilal sejak 2022, namun Muhammadiyah tetap memakai kriteria wujudul hilal. Perbedaan ini menyebabkan Idul Fitri kerap berbeda harinya antar ormas.

Idul Adha cenderung dirayakan secara serentak karena posisi hilal telah memenuhi kriteria seluruh pihak secara astronomis. Data astronomi menjelang Idul Adha 2026 menunjukkan tinggi hilal 3,29–6,95 derajat dengan elongasi 8,91–10,62 derajat.

Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2026, yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Bulan Mei 2026 menjadi salah satu periode yang paling dinanti karena menawarkan serangkaian hari libur yang cukup padat. Total enam hari libur, terdiri dari empat hari libur nasional dan dua hari cuti bersama, siap menyambut masyarakat, salah satunya pada hari raya Idul Adha 2026.

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Sebagai persiapan menyambut hari besar umat Islam tersebut, penting untuk mengetahui jadwal dan tata cara pelaksanaan takbiran Idul Adha 2026. Takbiran Idul Adha memiliki teknis pelaksanaan yang berbeda dengan takbiran Idul Fitri.

Takbiran Idul Adha dibagi menjadi dua berdasarkan waktu dikumandangkannya, yaitu takbir mursal atau mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mursal atau takbir mutlak adalah takbir yang dikumandangkan tanpa terikat waktu tertentu. Takbir ini dapat dibaca kapan saja selama hari-hari Zulhijah yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan takbir.

Waktu takbir mursal bisa dimulai sejak masuk 1 Zulhijah hingga sebelum salat Idul Adha pada 10 Zulhijah. Meski demikian, pelaksanaannya tidak harus dilakukan terus-menerus sejak awal Zulhijah. Takbiran biasanya lebih ramai dan menjadi puncak syiar pada malam menjelang Idul Adha atau malam takbiran.

Sementara itu, takbir muqayyad atau takbir terikat adalah takbir yang dibaca setelah salat fardu. Takbir jenis ini memiliki waktu pelaksanaan tertentu yang terikat setelah salat wajib. Waktu takbir muqayyad dimulai sejak salat Subuh pada 9 Zulhijah atau Hari Arafah hingga waktu Asar pada 13 Zulhijah atau akhir Hari Tasyrik.

Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama RI, awal Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha bertepatan pada 27 Mei 2026. Maka jadwal pelaksanaan takbiran Idul Adha 2026 sebagai berikut: Takbir mursal bisa dimulai sejak 1 Zulhijah 1447 H atau Senin, 18 Mei 2026 dan berlangsung hingga malam hari sebelum salat Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kesimpulan, sidang isbat dan jadwal Idul Adha 2026 telah ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Idul Adha cenderung dirayakan secara serentak karena posisi hilal telah memenuhi kriteria seluruh pihak secara astronomis. Takbiran Idul Adha memiliki teknis pelaksanaan yang berbeda dengan takbiran Idul Fitri dan dapat dibaca kapan saja selama hari-hari Zulhijah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *