Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Mei 2026 | Puasa Dzulhijjah adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ibadah ini menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan. Memahami niat puasa Dzulhijjah yang benar merupakan fondasi penting sebelum melaksanakannya.
Bulan Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum) dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah, termasuk berpuasa, pada periode istimewa ini. Oleh karena itu, mengetahui niat puasa Dzulhijjah serta tata cara pelaksanaannya menjadi krusial untuk meraih keutamaan di bulan suci ini.
Sebelum menjalankan puasa, umat Muslim perlu membaca niat sebagaimana puasa sunah lainnya. Niat puasa Dzulhijjah adalah tekad hati untuk menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Niat sebenarnya cukup diucapkan dalam hati. Namun, bagi yang terbiasa melafalkannya, niat dapat dibaca untuk memantapkan hati dalam beribadah.
Bacaan niat puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillaahi ta‘aala). Artinya: “Saya berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah ta‘ala.”
Keutamaan puasa Dzulhijjah antara lain adalah segala amal saleh yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, seperti salat, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga puasa sunnah, akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”
Puasa Arafah yang dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah juga memiliki keutamaan besar. Pada hari tersebut, jemaah haji tengah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Jika mengerjakan puasa Arafah, dosa-dosa kecil selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang, akan dihapuskan.
Dengan demikian, umat Muslim dapat memperbanyak ibadah dan meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan puasa Dzulhijjah. Oleh karena itu, penting untuk memahami niat puasa Dzulhijjah yang benar dan melaksanakannya dengan tekun dan penuh kesadaran.
