SBY Lukis Bengawan Solo di Bawah Hujan, Momen Santai Bersama Mahasiswa Jadi Sorotan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menorehkan jejak seni di tepi Sungai Bengawan Solo pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan melukis berlangsung di kawasan Pintu Air Demangan Baru, Kelurihan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, dan melibatkan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang menjadi pendampingnya.

Acara tersebut merupakan bagian dari agenda santai SBY di Solo, yang juga mengawasi tim voli profesional LavAni dalam babak Final Four Proliga 2026. Setelah menyaksikan pertandingan, SBY memutuskan untuk menyalurkan sisi kreatifnya dengan melukis pemandangan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Ia menggunakan teknik finger painting, sebuah cara melukis tanpa kuas yang terinspirasi dari maestro seni Affandi.

Baca juga:

Berikut rangkaian momen penting pada hari itu:

  • 09.00 WIB – SBY tiba di Pintu Air Demangan Baru bersama rombongan mahasiswa ISI Surakarta.
  • 09.30 WIB – SBY memulai proses melukis dengan mengaplikasikan warna-warna cerah pada kanvas yang ditempatkan di tenda khusus.
  • 09.38 WIB – Hujan deras turun secara tiba-tiba. Meskipun basah, SBY melanjutkan lukisan selama delapan menit sebelum memutuskan mengakhiri sesi di lokasi.
  • 09.45 WIB – Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendatangi SBY di tenda dan mengucapkan selamat sore. SBY menjelaskan bahwa hujan merupakan “ucapan selamat datang” dan menambahkan harapan agar hujan menjadi berkah bagi kota Solo.
  • 10.00 WIB – SBY meninggalkan lokasi dan melanjutkan penyelesaian lukisan di hotel tempat ia menginap.

Selama proses, SBY menegaskan bahwa ia tidak dapat berjabat tangan karena tangan penuh tinta warna, namun tetap menyapa para mahasiswa dengan hangat. Ia menyatakan, “Kalau hujan itu selamat datang. Insyaallah barokah untuk Solo dan kita semua.”

Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, memberikan komentar tentang semangat SBY. Menurutnya, SBY datang ke Solo sejak Senin lalu untuk menyaksikan pertandingan LavAni. Andi menambahkan, “Beliau sangat bersemangat saat melukis, dan tidak akan mundur dari cuaca apapun bila mood melukis sudah muncul. Itu menunjukkan keteguhan dan kesabaran beliau, sama seperti menunggu hujan reda dan menikmati prosesnya.”

Lokasi Pintu Air Demangan memiliki nilai historis yang signifikan. Dibangun pada awal abad ke-20 di era Pakubuwono X, pintu air ini awalnya berfungsi untuk mengendalikan banjir dan memisahkan aliran Kali Pepe sebelum memasuki Bengawan Solo. Pada tahun 2021, pintu air lama digantikan dengan Pintu Air Demangan Baru yang kini menjadi spot populer bagi wisatawan dan fotografer.

SBY menjadi orang pertama yang melukis langsung di tepi Bengawan Solo sejak pembangunan kembali pintu air tersebut. Ia menyatakan, “Melukis di sini memberi saya kesempatan menangkap suasana alam yang apa adanya, meski cuaca tidak bersahabat. Proses melukis butuh kesabaran, sama seperti menunggu hujan reda, kita nikmati saja prosesnya.”

Acara melukis ini tidak hanya menjadi ajang relaksasi pribadi bagi mantan Presiden, namun juga memperkuat citra Solo sebagai kota yang mendukung kegiatan budaya dan olahraga. Kehadiran SBY menarik perhatian publik, terutama para mahasiswa, yang melihat semangat pemimpin negara dalam mengapresiasi seni tradisional sekaligus modern.

Selain memberikan inspirasi bagi generasi muda, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pelestarian warisan budaya seperti Pintu Air Demangan, yang kini menjadi latar belakang karya seni kontemporer. Dengan menggabungkan olahraga, seni, dan sejarah, momen SBY melukis Bengawan Solo menunjukkan sinergi unik antara elemen-elemen tersebut dalam memperkaya identitas kota Solo.

Secara keseluruhan, kunjungan SBY ke Solo pada 9 April 2026 berhasil menampilkan sisi humanis seorang mantan pemimpin negara, sekaligus menegaskan komitmen terhadap pelestarian budaya lokal. Meskipun hujan mengguyur, semangatnya tetap mengalir, memberi pesan bahwa tantangan dapat diubah menjadi berkah bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *