Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | Real Madrid menutup musim 2025-2026 dengan situasi yang jauh dari harapan. Kekalahan dari Barcelona membuat rival abadinya memastikan gelar La Liga ke-29 sekaligus memperpanjang krisis di Santiago Bernabeu. Musim ini menjadi periode penuh ketegangan bagi Real Madrid. Performa tim terus menurun sejak keberhasilan menjuarai Liga Champions 2023-2024.
Pelatih Alvaro Arbeloa bahkan mengingatkan para pemain agar lebih mengutamakan kepentingan tim dibanding kepentingan pribadi. Pernyataan itu muncul tidak lama setelah kekalahan memalukan dari Barcelona. Di balik hasil buruk tersebut, muncul banyak laporan mengenai hubungan antarpemain yang retak. Situasi ruang ganti Madrid kini dinilai sulit dikendalikan dan penuh konflik internal.
Ketegangan di skuad Real Madrid makin terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Antonio Rudiger dikabarkan terlibat perselisihan dengan Alvaro Carreras saat sesi latihan berlangsung. Masalah lain muncul dari Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Kedua gelandang itu dilaporkan terlibat bentrokan keras yang berlanjut hingga ke ruang ganti.
Media Spanyol bahkan mengabarkan Valverde sempat mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan rumah sakit. Klub kemudian membuka proses disipliner terhadap kedua pemain tersebut. Situasi itu memperlihatkan kondisi internal Madrid yang semakin tidak stabil. Hubungan antarpemain dinilai mulai memengaruhi performa di atas lapangan.
Kylian Mbappe tetap menjadi pemain terpenting Real Madrid musim ini. Penyerang Timnas Prancis itu mencetak 24 gol dari 28 pertandingan. Namun, Mbappe juga ikut terseret dalam berbagai kontroversi internal klub. Ia sempat mendapat kritik setelah berlibur ke Sardinia bersama aktris Ester Exposito ketika sedang menjalani pemulihan cedera hamstring.
Tidak hanya itu, Mbappe juga dikabarkan terlibat perselisihan dengan staf pelatih Arbeloa saat latihan internal. Penyerang Prancis tersebut disebut melontarkan ucapan kasar setelah dinilai offside dalam game latihan. Absennya Mbappe karena cedera paha saat El Clasico makin memperburuk kondisi tim. Madrid kehilangan figur penting ketika tekanan terhadap skuad sedang berada di titik tertinggi.
Masalah di ruang ganti sebenarnya sudah muncul sejak awal musim panas lalu. Ketika Xabi Alonso datang sebagai pelatih baru, beberapa pemain senior dikabarkan tidak sepenuhnya menerima metode kepelatihannya. Vinicius Junior termasuk pemain yang sempat menentang pendekatan Alonso. Situasi itu membuat petinggi klub menilai Alonso gagal mengontrol ruang ganti.
Madrid akhirnya memutuskan mengganti Alonso dan mempromosikan Arbeloa pada Januari lalu. Pergantian tersebut ternyata belum mampu memperbaiki hubungan di dalam tim. Beberapa pemain juga dikabarkan tidak puas dengan keputusan manajemen klub. Ketegangan antara pemain dan staf pelatih terus meningkat hingga akhir musim.
Nama Jose Mourinho kini mulai masuk dalam pembicaraan untuk kursi pelatih Real Madrid. Presiden klub, Florentino Perez, dikabarkan tertarik membawa kembali pelatih asal Portugal tersebut. Krisis di Real Madrid memang tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga memengaruhi stabilitas internal dan kepercayaan para pemain.
Di tengah situasi yang semakin tidak stabil, Real Madrid harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki kondisi tim dan memulihkan kepercayaan para pemain. Dengan demikian, mereka dapat kembali menjadi tim yang kuat dan kompetitif di La Liga dan kompetisi Eropa.
