Drama Penentu di Stadion Sultan Agung: PSIM Yogyakarta Tersungkur 2-3 dari PSM Makassar

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Stadion Sultan Agung di Bantul menjadi saksi pertarungan sengit pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 pada Jumat, 10 April 2026. Pertandingan antara tuan rumah PSIM Yogyakarta dan tamu PSM Makassar berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Kedua tim menurunkan skuad utama, dengan PSIM dipimpin oleh pelatih asal Belanda Jean‑Paul van Gastel yang menurunkan formasi 4‑3‑4, sementara PSM masih beroperasi tanpa pelatih tetap namun mengandalkan pengalaman lini serang mereka.

Babak pertama berjalan cukup tenang, tidak ada gol tercipta meski kedua belah pihak saling menekan. PSIM menampilkan serangan terstruktur lewat sayap kanan Raka Cahyana, namun kiper Hilman Syah mampu menangkis setiap percobaan. Di akhir babak pertama, van Gastel mengumumkan dua pemain yang tidak dapat tampil: Anton Fase masih dalam proses rehabilitasi, dan Fahreza Sudin absen karena sanksi suspensi.

Baca juga:

Masuk babak kedua, PSIM akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke‑53. Deri Corfe, penyerang utama PSIM, memanfaatkan umpan melengkung Raka Cahyana yang sedikit tertepis oleh Hilman Syah. Corfe menembakkan bola keras ke sudut kanan atas gawang, menjadikan PSIM unggul 1‑0. Kegembiraan sorak sorai penonton hanya berlangsung singkat karena PSM segera menanggapi. Pada menit ke‑79, Luka Cumic menyeimbangkan kedudukan setelah menerima bola muntah dari Cahya Supriyadi dan menyelesaikannya dengan tembakan akurat.

Ketegangan memuncak pada menit tambahan ke‑90+9. Dusan Lagator, penyerang asal Serbia yang baru bergabung dengan PSM, berhasil menembus pertahanan PSIM dan menempatkan bola ke dalam gawang, memberikan kemenangan dramatis 3‑2 bagi PSM Makassar. Gol penentu ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menegaskan kemampuan tim tamu dalam mengatasi tekanan pada fase akhir pertandingan.

Berikut susunan pemain yang memulai laga:

  • PSIM Yogyakarta (4‑3‑3): Cahya Supriyadi; Raka Cahyana, Franco Ramos, Jop Van Der Avert, Yusaku Yamadera; Savio Sheva, Donny Warmerdam, Ze Valente; Ezequiel Vidal, Deri Corfe, Riyatno Abiyoso.
  • PSM Makassar (4‑3‑3): (nama lengkap pemain belum dikonfirmasi resmi, namun lini depan menampilkan Yuran Fernandez, Dusan Lagator, dan Luka Cumic).

Statistik pertandingan menunjukkan total tembakan ke arah gawang masing‑masing tim mencapai 12 kali untuk PSIM dan 14 kali untuk PSM. Penguasaan bola berada di angka 53% untuk PSIM, sementara PSM menguasai 47%. Kedua tim mencatat tiga kartu kuning masing‑masing, tanpa ada kartu merah yang dikeluarkan.

Pasca laga, pelatih van Gastel mengakui bahwa timnya harus melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek pertahanan di menit‑menit akhir. Ia menekankan pentingnya memperbaiki konsistensi mental dan taktik agar tidak kembali mengalami kebobolan di waktu-waktu krusial. Di sisi lain, manajer PSM menyatakan kemenangan ini sebagai bukti ketangguhan karakter pemain serta keberhasilan skema permainan yang diatur oleh asisten pelatih, meski tanpa kehadiran pelatih tetap.

Dengan hasil ini, PSM Makassar naik ke peringkat ke‑13 klasemen BRI Super League dengan total 28 poin, mengamankan posisi di atas zona degradasi. Sementara PSIM Yogyakarta tetap berada di peringkat ke‑8 dengan 38 poin, namun posisinya kini terancam oleh persaingan ketat dengan Bali United (36 poin) dan Dewa United (37 poin) yang masih memiliki satu laga tersisa. Kedua tim kini menatap jadwal berikutnya dengan target berbeda: PSIM berupaya mengamankan poin penting melawan Bali United dan Dewa United, sementara PSM bertekad memperkuat posisi menengah atas klasemen dan terus menghindari zona degradasi.

Secara keseluruhan, laga ini menegaskan betapa pentingnya konsistensi dalam mengelola tekanan pada menit‑menit akhir. PSIM harus memperbaiki pertahanan dan mentalitas tim, sedangkan PSM menunjukkan bahwa ketangguhan mental serta strategi yang tepat dapat mengubah hasil pertandingan secara drastis. Kedua tim diperkirakan akan terus bersaing ketat di fase penutup musim, menjanjikan aksi-aksi menarik bagi para penggemar sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *