Mengenal Rumah Lamin, Simbol Kebersamaan Masyarakat Dayak di Kalimantan Timur

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Kalimantan Timur memiliki rumah adat yang unik dan menarik, yakni Rumah Lamin. Rumah ini merupakan hunian tradisional masyarakat Dayak yang dikenal dengan ukuran besar dan bentuk memanjang. Rumah Lamin mencerminkan nilai kebersamaan, karena dihuni oleh banyak keluarga dalam satu bangunan.

Rumah Lamin tidak hanya menarik dari segi ukuran, tetapi juga dari keindahan detail arsitekturnya. Setiap elemen yang ada pada Rumah Lamin menggambarkan kepercayaan, identitas, serta cara hidup masyarakat Dayak yang erat dengan alam. Rumah Lamin juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan budaya.

Baca juga:

Di Kalimantan Timur, Rumah Lamin menjadi identitas penting bagi masyarakat Dayak. Istilah ‘Lamin’ berasal dari rumpun bahasa di Kalimantan Utara, yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Melayu Kalimantan Timur seperti bahasa Berau dan Kutai. Di berbagai kelompok etnis Dayak, rumah ini memiliki sebutan berbeda, misalnya Amin dalam bahasa Kenyah dan Bahau.

Rumah Lamin dikenal dengan ukurannya yang sangat besar, dapat mencapai panjang sekitar 200-300 meter dengan lebar 15-25 meter. Bangunan ini dibangun setinggi kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah, tujuannya dulu untuk memberikan perlindungan warga Dayak dari banjir dan binatang buas.

Perancangan Rumah Lamin dimulai sejak sebelum rumah lamin dibangun. Lokasi pembangunan lamin harus pada sebidang tanah yang bagus, tidak banjir, menghadap sungai besar ataupun sungai kecil. Area tanah ini disebut lasan palaki yang artinya ‘lapangan elang’.

Dalam keseluruhan, Rumah Lamin merupakan simbol kebersamaan dan kekuatan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Rumah ini tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki keindahan arsitektur yang unik dan menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *