Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Mei 2026. Kesepakatan ini juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing pihak.
Trump mengatakan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup penghentian seluruh aktivitas militer selama periode yang disepakati. Ia menyebut permintaan gencatan senjata itu disampaikan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Trump berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi awal dari berakhirnya perang panjang antara Rusia dan Ukraina. Ia menyebut perang itu sebagai konflik besar dan mematikan yang menjadi salah satu yang terbesar sejak Perang Dunia II.
Pernyataan Trump disampaikan setelah utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu dengan kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami. Pertemuan tersebut membahas perlunya meningkatkan proses diplomatik dan mengoordinasikan langkah menuju perdamaian.
Rusia dan Ukraina sebelumnya saling menuding melanggar gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia. Gencatan senjata dua hari itu diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei.
Kesimpulan dari pengumuman gencatan senjata ini adalah bahwa ada kemajuan dalam upaya damai antara Rusia dan Ukraina, namun masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mencapai perdamaian yang langgeng.
